MANOKWARI — Aksi heroik seorang orang tua murid untuk menyelamatkan siswa yang tersengat listrik di lingkungan SMP Negeri 6 Manokwari, Papua Barat, justru berujung petaka. Orang tua tersebut ikut tersengat listrik saat berupaya melepaskan korban dari kabel bertegangan yang menggantung di halaman sekolah, Senin (28/9/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.57 WIT itu mengakibatkan dua orang menjadi korban. Seorang siswa mengalami luka pada bagian tangan, sementara orang tua murid yang berusaha menolongnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Manokwari untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden ini memunculkan sorotan terhadap kondisi instalasi kabel listrik di lingkungan sekolah yang disebut-sebut telah lama menggantung, tetapi belum mendapat penanganan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula ketika seorang siswa pergi ke kamar mandi sekolah untuk mencuci tangan.
Namun, saat kembali dari kamar mandi dan melintas di dekat kabel yang menggantung, siswa tersebut tiba-tiba tersengat listrik.
Melihat kejadian itu, salah satu orang tua murid yang berada tidak jauh dari lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan.
Dalam situasi darurat, orang tua tersebut berusaha menarik kabel yang mengenai korban. Upaya itu berhasil membuat sang siswa terlepas dari sengatan listrik.
Namun nahas, aksi penyelamatan tersebut justru membuat orang tua murid itu ikut tersengat listrik.
Siswa yang menjadi korban dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan dan telah dipulangkan ke rumahnya. Sementara itu, orang tua yang berusaha menyelamatkannya harus dievakuasi ke RSAL Manokwari untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini menjadi perhatian para orang tua murid, terlebih karena lokasi kejadian berada di lingkungan sekolah yang setiap hari dipadati aktivitas siswa.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kabel listrik yang menggantung di tiang pada halaman SMP Negeri 6 Manokwari tersebut diduga telah lama berada dalam kondisi demikian.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan pemeliharaan instalasi listrik, terutama kabel yang berada di area publik dan lingkungan pendidikan.
Para orang tua murid berharap pihak PLN segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi kabel listrik di sekitar sekolah guna memastikan tidak ada lagi kabel berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan siswa maupun masyarakat.
Mereka juga meminta agar pemeriksaan dan pemeliharaan jaringan listrik dilakukan secara berkala, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Insiden di SMP Negeri 6 Manokwari ini menjadi peringatan serius bahwa keberadaan kabel listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan tidak boleh diabaikan, terlebih di lingkungan sekolah yang menjadi tempat aktivitas anak-anak.(Ct11)





