MANOKWARI — Bank Indonesia (BI) Papua Barat menggabungkan Pesta Sinoli dan Torang Locavore 2026 dalam satu rangkaian kegiatan untuk memperkuat sinergi ekonomi, mengapresiasi mitra kerja sekaligus memperluas edukasi publik mengenai inflasi, pangan lokal dan kebijakan Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026).
Jika tahun sebelumnya kedua kegiatan digelar terpisah, tahun ini keduanya dikemas bersama dengan melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha, responden, mitra kerja dan masyarakat, yang akan berlangsung pada 24-26 September 2026 di Manokwari City Mall.
Pesta Sinoli menjadi momentum apresiasi bagi para responden dan stakeholders yang selama ini mendukung penyediaan data ekonomi. Data tersebut menjadi salah satu bahan penting bagi Bank Indonesia dan pemerintah dalam membaca kondisi ekonomi serta merumuskan kebijakan.
Sementara Torang Locavore menitikberatkan pada penguatan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.
DATA DAN KEBIJAKAN
Bank Indonesia menekankan pentingnya kualitas data dalam perumusan kebijakan ekonomi.
Data dari responden dan berbagai sektor digunakan untuk membaca perkembangan ekonomi daerah, termasuk sebagai bahan koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Karena itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi instansi yang tergabung dalam TPID untuk memperkenalkan kebijakan, program dan layanan kepada masyarakat.
Konsep kegiatan dikemas melalui pameran, talk show, diskusi, booth layanan publik serta berbagai perlombaan edukatif.
PANGAN LOKAL DAN GENERASI MUDA
Torang Locavore juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, melihat pangan lokal sebagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Sejumlah pelajar akan dilibatkan dalam lomba ide bisnis berbasis pangan lokal serta cerdas cermat dengan materi ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia.
Pendekatan melalui permainan dan perlombaan diharapkan membuat edukasi ekonomi lebih mudah dipahami sekaligus membangun literasi sejak dini.
Bank Indonesia juga menghadirkan edukasi mengenai rupiah melalui kampanye Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, termasuk literasi transaksi pembayaran digital.
PERLUAS EDUKASI PUBLIK
Bank Indonesia berharap media turut memperluas jangkauan informasi kegiatan tersebut.
Hal ini penting karena masyarakat Papua Barat tersebar di berbagai kabupaten dan distrik sehingga tidak seluruhnya dapat hadir langsung di Manokwari.
Melalui pemberitaan media, informasi mengenai kebijakan ekonomi, pengendalian inflasi, pemanfaatan pangan lokal dan layanan Bank Indonesia diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Pada akhirnya, Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026 diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan data, kebijakan, potensi pangan lokal dan edukasi masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan memperkuat pemahaman publik sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas inflasi dan perekonomian Papua Barat.(Ct11)





