MANOKWARI – Aksi kekerasan diduga melibatkan lebih dari 10 orang menyerang kantor Adira Finance Manokwari, yang beralamat di Jl. Trikora, pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 11.10 WIT. Penyerangan tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah karyawan menjadi korban pengeroyokan, merusak sejumlah fasilitas kantor, hingga mengganggu pelayanan perusahaan pembiayaan tersebut.
Kepala Kolektor kantor Adira Finance, GSK (42), menjadi salah satu korban dalam insiden itu. Ia mengalami luka di bagian kepala, tangan dan kaki, setelah diduga dikeroyok secara brutal oleh terduga pelaku dan rekan-rekannya yang mendatangi kantor tersebut.
Berdasarkan keterangan GSK, insiden itu bermula ketika salah seorang terduga pelaku, yang disebut bernama Frangky David Kawai, mempertanyakan persoalan sebuah mobil Mitsubishi Pajero yang sebelumnya telah ditarik oleh pihak perusahaan.
GSK menjelaskan, kendaraan tersebut telah ditarik sekitar dua tahun lalu dan kemudian dilelang karena persoalannya disebut tidak kunjung terselesaikan.
“Awalnya dia tanya soal mobil. Mobil itu sudah ditarik kurang lebih dua tahun, jadi sudah kami lelang,” ungkap GSK.
Menurut dia, persoalan tersebut sebelumnya telah melalui upaya mediasi yang melibatkan pengacara. Namun, menurut keterangannya, upaya penyelesaian itu tidak mendapat tanggapan sebagaimana yang diharapkan.
Ia juga menyebut terdapat ketentuan penyelesaian dalam jangka waktu tujuh hari. Akan tetapi, persoalan tersebut diklaim berlarut-larut hingga sekitar dua tahun.
Situasi kemudian dilaporkan berubah menjadi aksi kekerasan. Lebih dari 10 orang diduga masuk ke dalam kantor dan melakukan pengeroyokan secara membabi buta.
Kelompok tersebut diduga membawa sejumlah benda yang dapat digunakan sebagai senjata, di antaranya palu, parang, kapak, dan kayu.
Tak hanya menyerang orang, para terduga pelaku juga disebut merusak sejumlah fasilitas dan mengambil beberapa barang dari dalam kantor.
Sejumlah barang yang dilaporkan terdampak dalam insiden tersebut meliputi printer, genset, komputer, serta tas berisi dua unit laptop. Rekaman kamera pengawas atau CCTV juga dilaporkan diambil, bersama kunci kotak uang.
Rangkaian tindakan tersebut membuat insiden ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan kendaraan, tetapi juga menimbulkan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap orang, perusakan barang, dan pengambilan barang milik perusahaan.
Meski demikian, penetapan unsur pidana dan pihak yang bertanggung jawab tetap harus berdasarkan hasil penyelidikan serta penyidikan aparat penegak hukum.
Akibat penyerangan tersebut, aktivitas pelayanan di kantor Adira Finance terpaksa dihentikan sementara.
Peristiwa ini menyisakan persoalan serius terkait keamanan pekerja dan lingkungan kantor, terlebih karena kekerasan dilaporkan terjadi di dalam tempat kerja dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka.
Perselisihan mengenai kendaraan maupun kewajiban pembiayaan semestinya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang sengketa Penggunaan kekerasan, apabila terbukti, tidak dapat dibenarkan sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa.
Pihak korban diketahui sudah melaporkan insiden tersebut k Polresta Manokwari, untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. Mereka berharap para terduga pelaku ditangkap dan dihukum sesuai perbuatan mereka. (Ct11)





