MANOKWARI — Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (TEP Unair) mendorong penguatan pelayanan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa sehat di kawasan transmigrasi Prafi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan dan edukasi kepada masyarakat serta penguatan peran kader dalam pelayanan kesehatan di Posbindu Bowi Subur. Program ini dinilai penting karena keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara kader, pemerintah, kelompok masyarakat dan berbagai pihak terkait.
Kader Posbindu Bowi Subur, Nur Munawaroh, mengatakan pelayanan Posbindu mencakup pemeriksaan sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular, seperti tekanan darah, diabetes dan kolesterol.
“Di sini pemeriksaan cek faktor risiko, tekanan darah, diabetes dan kolesterol,” kata Munawaroh saat ditemui di sela pelayanan Posbindu di Bowi Subur, Senin (24/8/2026).
Menurut dia, Posbindu menyasar kelompok usia remaja, dewasa, pralansia hingga lansia. Namun, warga yang mengikuti pelayanan pada kegiatan tersebut didominasi kelompok dewasa, pralansia dan lansia.
Munawaroh berharap kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin terus meningkat. Pemeriksaan dilakukan secara bergantian sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan kondisi warga.
Di tengah keterbatasan fasilitas, para kader tetap berupaya memberikan pelayanan dan melakukan inovasi. Salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak adalah tersedianya gedung khusus Posyandu dan Posbindu.
“Harapan kita ke depan Posyandu harus mempunyai gedung tersendiri karena selama ini harus berbagi dengan PKK maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.
Munawaroh juga mengapresiasi keterlibatan Tim 11 TEP Unair yang turut mendukung kegiatan Posyandu dan Posbindu, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Sementara itu, Ketua Tim 11 TEP Unair, Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes., mengatakan kehadiran timnya merupakan bagian dari upaya membangun sinergi agar program yang dijalankan dapat berkelanjutan setelah pendampingan berakhir.
“Program yang kita kerjakan tentu melibatkan para pihak, termasuk memaksimalkan peran kader Posyandu, PKK, kelompok tani, dengan harapan para pihak yang terlibat dapat menjadi natural leader untuk keberlanjutan program,” jelas Corie.
Ia menilai penguatan kapasitas kader menjadi salah satu kunci dalam mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Kader, kata dia, tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat agar mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri.
Integrasi Posbindu dengan program PHBS diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal yang ada.
Dengan kolaborasi tersebut, Tim 11 TEP Unair mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sadar kesehatan sekaligus memperkuat fondasi menuju terwujudnya Desa Sehat di Distrik Masni.(Ct11)





