MANOKWARI – Semangat kasih dan sukacita Natal 2025 diwujudkan secara nyata oleh Yayasan Papua Lentera Kasih melalui aksi sosial berbagi kasih kepada ratusan janda, duda, dan anak yatim piatu di Kabupaten Manokwari.
Mengusung semangat kepedulian dan kebersamaan, Ketua Yayasan Papua Lentera Kasih, Flora Minor, SE, turun langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima di sejumlah wilayah. Kehadirannya disambut penuh haru dan sukacita oleh masyarakat yang menerima bingkisan Natal tersebut.
Sebanyak 300 paket Natal berisi kebutuhan pokok disalurkan kepada kaum lansia, janda, duda, dan anak yatim piatu yang tersebar di berbagai kawasan di Kota Manokwari, di antaranya Amban, Biryosi, Sanggeng, Makalo, dan Reremi.
Flora Minor mengatakan, kegiatan berbagi kasih ini merupakan bentuk nyata kepedulian Yayasan Papua Lentera Kasih terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang kerap menghadapi keterbatasan ekonomi, terlebih menjelang perayaan Natal.
Menurutnya, nilai kasih tidak boleh hanya menjadi slogan atau sekadar pesan dalam perayaan keagamaan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh sesama.
“Menyongsong Hari Raya Natal, kami dari Yayasan Papua Lentera Kasih ingin berbagi sukacita bersama kaum janda, duda, dan anak yatim piatu. Mungkin secara materi bingkisan ini tidaklah besar, tetapi kami berharap kasih yang terkandung di dalamnya dapat menghadirkan kebahagiaan dan menjadi berkat bagi mereka. Semoga semua ini diterima dengan hati yang tulus,” ujar Flora, Senin (19/12/2025).
Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut. Salah seorang perwakilan kaum janda, Merlin Sopia Manupapami, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Papua Lentera Kasih.
Dengan suara bergetar, Merlin mengungkapkan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako, melainkan bukti bahwa masih ada kepedulian terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, maupun komunitas sosial lainnya, agar semakin peduli terhadap nasib kaum janda, duda, dan anak yatim piatu.
“Semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk berbagi. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami, terutama menjelang Natal ketika kebutuhan keluarga meningkat,” tuturnya.
Aksi sosial Yayasan Papua Lentera Kasih menjadi bukti bahwa semangat Natal bukan hanya dirayakan melalui ibadah dan perayaan, tetapi juga diwujudkan lewat aksi nyata berbagi kasih kepada sesama. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, kepedulian seperti ini menjadi secercah harapan yang menghadirkan sukacita dan mempererat nilai-nilai kemanusiaan di Bumi Papua.(Ct11)

