Manokwari Papua Barat Pemerintahan Religi Teluk Bintuni
Beranda / Daerah / Teluk Bintuni / Pesparani IV Resmi Bergulir, Harmoni Jadi Pesan Utama Wagub Lakotani

Pesparani IV Resmi Bergulir, Harmoni Jadi Pesan Utama Wagub Lakotani

TELUK BINTUNI – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat resmi bergulir di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (7/7/2026). Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan ajang keagamaan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi momentum memperkuat iman, membangun karakter, serta mempererat harmoni dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Pembukaan Pesparani IV ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, didampingi Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Uskup Manokwari-Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat Prof. Roberth KR Hammar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Mewakili Gubernur Papua Barat, Lakotani menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen dari kabupaten se-Papua Barat yang hadir mengikuti Pesparani IV di Teluk Bintuni.

Ia menegaskan kehadiran para peserta tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjumpaan iman yang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun Papua Barat yang damai.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian di Kabupaten Teluk Bintuni bukan hanya untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjumpaan iman, persaudaraan, dan kebersamaan dalam semangat membangun Papua Barat yang damai dan harmonis,” ujar Lakotani.

Keluarga Setujui Autopsi Jenazah Yanto Idorway, Kuasa Hukum: Penting untuk Pembuktian Pidana

Menurutnya, Pesparani memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar ajang perlombaan paduan suara gerejani. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan umat untuk memperkokoh nilai-nilai Kristiani, membentuk karakter generasi muda, serta menumbuhkan semangat pelayanan melalui pujian dan nyanyian rohani.

Lakotani menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Papua Barat tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kehidupan sosial, dan nilai-nilai spiritual masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya.

“Masyarakat yang memiliki karakter kuat, iman yang kokoh, dan kepedulian sosial yang tinggi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Papua Barat yang aman, sejahtera, religius, dan mandiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Papua Barat merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya. Menurutnya, toleransi, saling menghormati, gotong royong, dan persaudaraan harus terus dipelihara sebagai modal utama menjaga persatuan.

Kasus Penganiayaan dan Pencurian Dominasi Kriminalitas di Manokwari, Polisi Singgung Dampak Perda Miras

Lakotani mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan serta menghormati setiap keputusan dewan juri.

“Jadikan kompetisi ini sebagai sarana belajar, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas pelayanan di gereja masing-masing. Bagi yang meraih prestasi, teruslah berkarya, sedangkan yang belum berhasil, terimalah dengan lapang dada sebagai bagian dari proses pembinaan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni selaku tuan rumah, LP3KD Papua Barat, LP3KD Kabupaten Teluk Bintuni, panitia pelaksana, para sponsor, relawan, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan Pesparani IV.

Menurutnya, keberhasilan Teluk Bintuni menjadi tuan rumah Pesparani semakin mempertegas kemampuan Papua Barat dalam menyelenggarakan agenda keagamaan berskala besar. Setelah sukses menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional XIV, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk terus menghadirkan kegiatan yang memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat.

Lakotani berharap seluruh rangkaian Pesparani IV Papua Barat yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 berjalan aman, lancar, dan sukses, serta mampu melahirkan kontingen terbaik yang akan mewakili Papua Barat pada ajang Pesparani Katolik Tingkat Nasional.

Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Yanto Idorway di Celah Batu Air Terjun Memti

“Semoga seluruh rangkaian Pesparani IV Papua Barat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses, serta melahirkan kontingen terbaik yang nantinya membawa nama Papua Barat di tingkat nasional,” pungkasnya.(Ct11)