Manokwari Papua Barat Religi Teluk Bintuni
Beranda / Daerah / Teluk Bintuni / Pesparani IV Papua Barat Masuki Tahap Penilaian, Dewan Juri Resmi Dikukuhkan

Pesparani IV Papua Barat Masuki Tahap Penilaian, Dewan Juri Resmi Dikukuhkan

TELUK BINTUNI – Perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat resmi memasuki babak penting. Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, mengukuhkan dewan juri yang akan menjadi penentu lahirnya para juara terbaik pada ajang bergengsi umat Katolik tersebut, Selasa (7/7/2026).

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di penghujung Perayaan Misa Kudus yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Pesparani IV Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni. Pengukuhan ini sekaligus menandai dimulainya tugas para juri untuk mengawal seluruh proses penilaian secara profesional hingga penutupan kegiatan.

Sebanyak sepuluh tokoh yang memiliki kompetensi di bidang musik liturgi, paduan suara, Kitab Suci, dan pembinaan iman resmi dipercaya mengemban amanah sebagai dewan juri. Mereka adalah P. Goklian Lumban Gaol, OFM, P. Marthin Selitubun, Pr., Dra. Berlinda Renwarin, M.Th., Veronika Silvia Rettob, Terry Thomas Panomban, Prof. Dr. Perry Rumengan, M.Sn., P. Harry Hermanus Singkoh, MSC, Johana Velisita J. Lindawati, Johannes Jarot Hadianto, dan Budi Yohanes Susanto.

Mereka akan bertugas menilai seluruh cabang lomba sesuai bidang keahlian masing-masing, sekaligus memastikan setiap peserta memperoleh penilaian yang objektif, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Panitia menegaskan, seluruh dewan juri akan bekerja berdasarkan pedoman perlombaan yang telah ditetapkan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, profesionalisme, independensi, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama agar Pesparani benar-benar melahirkan juara yang berkualitas dan berintegritas.

Keluarga Setujui Autopsi Jenazah Yanto Idorway, Kuasa Hukum: Penting untuk Pembuktian Pidana

Tak hanya menentukan pemenang, para juri juga memikul tanggung jawab besar untuk memberikan evaluasi, masukan, dan pembinaan kepada seluruh peserta serta kontingen dari kabupaten se-Papua Barat. Dengan demikian, Pesparani tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah peningkatan kualitas pelayanan liturgi, pengembangan musik gereja, pendalaman Kitab Suci, dan pembinaan iman umat Katolik.

Pengukuhan dewan juri menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat yang dipusatkan di Kabupaten Teluk Bintuni dan akan berlangsung hingga 10 Juli 2026.

Dengan resmi dikukuhkannya dewan juri, seluruh tahapan perlombaan kini siap bergulir. Ribuan mata tertuju pada Teluk Bintuni, menanti lahirnya para juara yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjadi duta pelayanan gereja dan kebanggaan Papua Barat di tingkat yang lebih tinggi.(Ct11)