JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Manokwari meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek strategis di ibu kota Provinsi Papua Barat. Mulai dari pengembangan RSUD Kabupaten Manokwari, pembangunan Pasar Raya Induk Wosi, hingga Gelora Prabowo International Sport Center, seluruh agenda tersebut didorong masuk dalam prioritas pembangunan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Upaya itu dibawa langsung Bupati Manokwari Hermus Indou dalam pertemuan di Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia bersama Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Hermus hadir didampingi anggota DPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas, Selasa (1/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Hermus memaparkan sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak untuk mempercepat transformasi Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan dan pengembangan RSUD Kabupaten Manokwari. Pemerintah daerah mendorong dukungan pemerintah pusat agar penguatan infrastruktur kesehatan dapat segera direalisasikan dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain sektor kesehatan, Pemkab Manokwari mengusulkan pembangunan Pasar Raya Induk Wosi. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur perdagangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Agenda strategis lainnya adalah pembangunan Gelora Prabowo International Sport Center di Kabupaten Manokwari. Infrastruktur olahraga tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas olahraga sekaligus mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di Papua Barat.
Namun, percepatan proyek-proyek tersebut tidak terlepas dari kapasitas fiskal daerah. Karena itu, Hermus juga meminta dukungan dan fasilitasi pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk normalisasi Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Manokwari tahun anggaran 2026.
Pemkab juga mendorong optimalisasi alokasi TKD tahun anggaran 2027 agar kemampuan fiskal daerah lebih memadai dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.
“Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk mempercepat pembangunan di daerah,” menjadi penegasan atas agenda yang dibawa Hermus dalam pertemuan tersebut.
Menurut pemerintah daerah, dukungan pusat menjadi penting karena sejumlah proyek yang diusulkan memiliki skala dan dampak pembangunan yang melampaui kemampuan pembiayaan daerah. Sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan DPR RI dinilai diperlukan agar proyek strategis tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Selain agenda pembangunan, Hermus turut menyampaikan laporan terkait aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Manokwari kepada pemerintah pusat.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan strategi Pemkab Manokwari untuk membuka jalur koordinasi langsung dengan pemerintah pusat dalam mengawal pembangunan. Targetnya jelas: memastikan kebutuhan infrastruktur strategis, penguatan fiskal, dan penanganan persoalan daerah mendapat dukungan sehingga pembangunan Manokwari dapat bergerak lebih cepat.(Ct11)





