MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat bergerak cepat merespons kembalinya 10 anggota Kompi 1 Batalyon Ofir dan Batalyon Sair Kodap IV Sorong Raya beserta 37 anggota keluarganya ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan pemerintah akan memperkuat pembangunan dan pelayanan dasar di wilayah pedalaman sebagai tindak lanjut pascaikrar setia yang berlangsung di Makodam XVIII/Kasuari, Kamis (25/6/2026).
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, TNI dan Polri untuk melihat penyebab ketidakpuasan masyarakat serta memastikan kebutuhan mereka dapat dipenuhi,” kata Dominggus.
Menurutnya, sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan menjadi prioritas utama yang akan dikerjakan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Selain meningkatkan akses pelayanan dasar, pemerintah juga akan membuka keterisolasian wilayah pedalaman melalui pembangunan infrastruktur serta menyiapkan program permukiman bagi para eks anggota Kodap IV dan keluarganya.
Dominggus berharap mereka yang telah kembali dapat mengajak rekan-rekannya yang masih berada di hutan untuk meninggalkan konflik dan bersama-sama membangun Papua Barat.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy memastikan pemerintah daerah siap mendukung proses reintegrasi para eks anggota OPM, termasuk penyediaan rumah, layanan kesehatan, hingga pendidikan bagi anak-anak mereka.
“Kami siap memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk perumahan dan pendidikan. Jika diperlukan, pemerintah akan menyiapkan beasiswa agar anak-anak mereka bisa kembali bersekolah,” tegas Yohanis.
Kembalinya 10 anggota Kodap IV Sorong Raya bersama 37 anggota keluarga diharapkan menjadi momentum terciptanya situasi keamanan yang lebih kondusif sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah pedalaman Papua Barat.(Ct11)

