MANOKWARI – Akibat curah hujan yang tinggi hingga luapan ari di kali wariori dengan debit yang besar, mengakibatkan akses jembatan darurat nyaris putus. Kondisi itu mekasa warga yang hendak melintasi jembatan tersebut, harus antri dan waspada saat melintas.
Derasnya arus di sepanjang kali Wariori, adalah dampak dari aktivitas penambangan illegal yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Kondisi itu sangat mengkhawatirkan dan sangat berpotensi memakan korban jiwa.
Warga yang berada di Lokasi meminta pemerintah daerah secepatnya melakukan revitalisasi dan perbaikan akses tersebut agar tidak mengancam nyawa.
“Kami mau lewat juga sudah takut, apalagi waktu hujan. Jembatan ini sudah tidak layak. Ditambah lagi dengan penggalian diatas sana (tambang emas Ilegal). Tidak ada akses lain, hanya ini satu-satunya akses untuk kami lewat. Jadi pemerintah segera melihat hal ini,” ungkap warga yang ada di Lokasi tersebut, Kamis (7/5/2026).
Mereka meminta agar apparat keamanan dan pemerintah segera menertibkan aktifitas tambang illegal yang diduga kuat masih berlangsung di bantaran kali Wasirawi dan Wariori. Karena aktifitas itu memiliki dampak negatif yang besar.
“Kalau mereka diatas sana (Lokasi tambang ilegal) stop boleh. Supaya tidak begini,” ujar warga.
Seperti diketahui, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah menginstruksikan penertiban tambang-tambang illegal. Namun di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, aktivitas itu masih terus berlangsung. Bahkan sudah ada deklarasi oleh pemerintah daerah, namun rupanya tidak direspon oleh para pemodal maupun para petambang. Sehingga aktivitas penambangan emas illegal masih berlangsung.(Ct11)




