MANOKWARI — Aksi penggalangan donasi untuk membantu korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang digelar Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Provinsi Papua Barat resmi memasuki hari terakhir, Sabtu (22/8/2026).
Selama empat hari, aksi kemanusiaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Papua Barat, khususnya warga Kabupaten Manokwari. Bantuan dihimpun melalui aksi penggalangan dana di sejumlah titik di wilayah Manokwari.
Ketua Umum PRBF Papua Barat, Clinton Tallo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menyisihkan bantuan bagi warga Flores yang terdampak bencana.
“Atas nama masyarakat Flobamora, khususnya saudara-saudari kami di Flores yang mengalami musibah, kami menyampaikan penghargaan, terima kasih, dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari,” kata Clinton.
Menurutnya, dukungan tidak hanya datang dari masyarakat secara perorangan. Sejumlah lembaga, organisasi, komunitas, hingga kelompok masyarakat turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Clinton juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan kepolisian yang memberikan ruang bagi PRBF untuk melakukan penggalangan bantuan secara terbuka.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah yang mengizinkan kami melakukan aksi kemanusiaan penggalangan donasi untuk saudara-saudara kami di Flores,” ujarnya.
Meski penggalangan dana secara langsung di jalan berakhir, PRBF Papua Barat memastikan pintu bantuan untuk korban gempa Flores belum ditutup.
Masyarakat yang masih ingin berdonasi dapat menyerahkan bantuan melalui Posko Bencana Flores PRBF Papua Barat di Molas Café, Reremi Puncak, Kabupaten Manokwari.
PRBF tidak hanya menerima uang tunai. Bantuan berupa bahan pangan, obat-obatan, hingga pakaian layak pakai juga masih dapat disalurkan.
Bantuan tersebut nantinya akan dikirim ke Flores melalui fasilitas pengiriman gratis yang diberikan PT Pelni untuk mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Hingga hari terakhir penggalangan, total donasi yang berhasil dihimpun masih dalam proses rekapitulasi. PRBF berjanji membuka hasil pengumpulan dana tersebut kepada publik setelah seluruh data selesai diverifikasi dan dihitung.
Clinton menegaskan transparansi menjadi bagian penting dalam pengelolaan bantuan masyarakat.
“Kami akan sampaikan melalui media sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” katanya.
Ia memastikan seluruh bantuan yang terkumpul tidak akan digunakan untuk kepentingan lain, melainkan disalurkan kepada masyarakat Flores yang menjadi korban dan terdampak gempa.
“Kami menjamin sepenuhnya semua bantuan yang dikumpulkan akan dikirim untuk membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Flores,” tegas Clinton.
Dengan berakhirnya aksi penggalangan di jalan, PRBF Papua Barat kini memasuki tahap berikutnya, yakni memastikan seluruh bantuan yang terkumpul tercatat, dikemas, dan dikirim hingga benar-benar diterima oleh warga terdampak gempa di Flores.(rls/Ct11)





