MANOKWARI – Bupati Manokwari Hermus Indou mengukuhkan 37 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Dalam pengukuhan tersebut, Hermus menegaskan bahwa tugas Paskibraka bukan sekadar seremoni pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih. Para anggota Paskibraka dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi generasi muda di Manokwari.
“Pengukuhan ini merupakan momentum penting yang menandai bahwa kalian telah menerima kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai putra-putri terbaik Kabupaten Manokwari,”
Menurutnya, 37 anggota Paskibraka telah melewati proses seleksi, latihan fisik dan mental, pembentukan disiplin, serta pendidikan kebangsaan. Karena itu, seragam yang dikenakan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga melekat dengan kehormatan, tanggung jawab, patriotisme, dan nama baik daerah.
Hermus juga mengingatkan para Paskibraka agar memaknai Merah Putih sebagai simbol perjuangan dan persatuan bangsa.
“Ketika tangan kalian memegang dan mengibarkan Sang Merah Putih, lakukanlah dengan penuh kehormatan dan kebanggaan,” ujarnya.
Diminta Jadi Teladan Generasi Muda
Hermus menegaskan, tugas Paskibraka tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara 17 Agustus 2026. Justru, menurut dia, tanggung jawab yang lebih besar dimulai setelah tugas pengibaran bendera selesai.
Ia meminta para Paskibraka menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, menghargai perbedaan, serta mencintai Papua dan Indonesia.
Mereka juga diminta menjauhi narkoba, minuman keras, kekerasan, pergaulan bebas, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, Hermus mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang mengandung kebencian, politik identitas, maupun konten yang berpotensi memecah persatuan.
Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berinovasi, membangun jaringan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Hermus juga menekankan pentingnya menjaga Manokwari sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat, di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.
“Semangat yang harus kita bangun adalah Manokwari untuk semua dan semua untuk Manokwari,” tegasnya.
Ia berharap 37 anggota Paskibraka mampu membawa nilai-nilai persatuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga toleransi dan persatuan,” kata Hermus.(Ct11)





