MANOKWARI — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat mencatat sedikitnya empat kasus pada anak yang menunjukkan kecenderungan peningkatan penyakit morbili atau campak.
Pihak rumah sakit kini melakukan penanganan dan pemantauan terhadap pasien untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sekaligus mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit.
“Untuk penanganan pasien, kami rawat inap dan dipantau. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan campak,” kabid Dokkes Polda Papua Barat, Kombes Pol. Iskandar, Senin (10/8/2026).
Morbili atau campak merupakan penyakit infeksi yang mudah menular, terutama pada anak-anak. Gejala yang umum muncul antara lain demam, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya ruam pada kulit.
Kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat serta meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan.
Rumah sakit memastikan pasien yang menunjukkan gejala akan mendapatkan pemantauan medis. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk memastikan apakah kasus tersebut benar-benar merupakan campak.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan dan pengawasan terhadap kemungkinan peningkatan kasus di wilayah Manokwari.
Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk tidak mengabaikan gejala penyakit pada anak. Jika anak mengalami demam tinggi disertai ruam atau gejala lain yang mengarah pada campak, masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Langkah deteksi dini dinilai penting untuk mencegah keterlambatan penanganan sekaligus mengantisipasi potensi penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dengan adanya empat kasus yang tengah ditangani, perkembangan penyakit yang mengarah pada campak di Manokwari menjadi perhatian layanan kesehatan. Pemeriksaan laboratorium dan pemantauan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi tersebut serta menentukan langkah penanganan berikutnya.(Ct11)





