MANOKWARI – Festival Raimuti 2026 dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan yang menggabungkan promosi wisata bahari dengan pembinaan olahraga prestasi di Papua Barat.
Ketua Komunitas Anak Air Manokwari sekaligus Ketua PODSI Papua Barat, Yan Agus Rumbewas, mengapresiasi gagasan Pangdam XVIII/Kasuari yang mendorong pelaksanaan Festival Raimuti.
Menurut Yan, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Festival Raimuti harus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus menemukan bibit atlet muda olahraga air.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Kita berharap tidak berakhir tahun ini saja, tetapi berkesinambungan setiap tahun,” ujar Yan, Kamis (6/8/2026).
Ia menilai olahraga dayung memiliki kedekatan dengan karakter masyarakat Papua sehingga layak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Yan juga menyoroti prestasi dayung Papua Barat pada PON terakhir di Aceh yang meraih 3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan besarnya potensi atlet olahraga air di Papua Barat.
“Kita bisa mencari bibit-bibit atlet muda dari olahraga tradisional ini untuk menuju nasional maupun internasional,” katanya.
Yan berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan menjadikan Festival Raimuti sebagai bagian dari program berkelanjutan untuk mengembangkan olahraga air, wisata bahari, sekaligus potensi ekonomi masyarakat pesisir.(Ct11)





