Ekonomi Ekonomi & Bisnis Manokwari Marketing Papua Barat Pemerintahan SEO Sosial & Budaya
Beranda / Sosial & Budaya / Festival Kopi Manokwari, HIPMI Dorong UMKM Naik Kelas dan Sumbang PAD

Festival Kopi Manokwari, HIPMI Dorong UMKM Naik Kelas dan Sumbang PAD

MANOKWARI – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah. Dukungan permodalan hingga perluasan akses pembiayaan dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Papua Barat, Lamek Dowansiba, mengatakan penguatan UMKM menjadi salah satu perhatian HIPMI, termasuk bagi pelaku usaha kopi yang tengah berkembang di Manokwari.

Pernyataan tersebut disampaikan Lamek usai mengikuti gelaran Festival Kopi Manokwari, Jumat (7/8/2026).

“Secara HIPMI, saya berharap UMKM di Papua Barat harus menjadi lokomotif untuk menggerakkan ekonomi di Papua Barat,” kata Lamek.

Ia mengungkapkan, selama ini dirinya telah memberikan dukungan modal kepada 91 pelaku UMKM sebagai stimulus untuk mengembangkan usaha. Namun, pemberian modal tidak dilakukan secara sembarangan.

Ancaman Karhutla, Pemerintah Kampung Maruni Ingatkan Warga Jaga Lingkungan

Menurut Lamek, HIPMI perlu melihat terlebih dahulu perkembangan dan keberlanjutan usaha sebelum memberikan dukungan permodalan berikutnya.

“Ke depan kita akan membantu pengusaha-pengusaha kopi yang ada. Kalau memang usahanya lancar, maka kita akan bantu. Karena kita tidak sembarang memberikan modal,” ujarnya.

Pantau UMKM Penerima Modal

Lamek menegaskan, dukungan kepada UMKM tidak berhenti pada pemberian modal. HIPMI juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan usaha para penerima bantuan untuk memastikan stimulus tersebut benar-benar digunakan untuk memperkuat bisnis.

“Kami tetap melakukan pemantauan perkembangannya. Mudah-mudahan apa yang kita kasih sebagai stimulus ini menjadi pengembang bagi usaha mereka,” katanya.

Rotasi Polri, Kabid Dokkes dan Propam Polda Papua Barat Berganti

Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian HIPMI terhadap pelaku usaha sekaligus implementasi visi dan misi organisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Menurutnya, UMKM di Papua Barat memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan dukungan yang tepat, baik dari sisi permodalan, pendampingan maupun akses pasar.

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan HIPMI

Lamek juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Ia berharap pengembangan UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dibangun melalui ekosistem usaha yang melibatkan pemerintah, perbankan, HIPMI dan pelaku UMKM.

“Kami berharap pemerintah bersama HIPMI berkolaborasi sehingga mereka ini bisa menjadi penyumbang PAD bagi Manokwari dan Provinsi Papua Barat,” tuturnya.

Dari Papua Barat ke NTB, Kombes Pol. Iskandar: Melayani Tanpa Syarat Adalah Kebahagiaan

Menurut dia, UMKM yang berhasil naik kelas akan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

HIPMI Gandeng Bank Papua Buka Akses KUR

Selain memberikan dukungan modal secara langsung, HIPMI Papua Barat juga telah berkoordinasi dengan Bank Papua untuk membuka akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM.

Lamek menilai KUR dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas akses permodalan bagi pengusaha yang membutuhkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

“Kemarin kami juga telah berkoordinasi dengan Bank Papua untuk memberikan KUR karena saya pikir program yang baik dalam memberikan subsidi bagi pelaku UMKM yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, Bank Papua pada prinsipnya siap membuka akses bagi anggota dan jaringan HIPMI yang membutuhkan pembiayaan usaha.

“Secara prinsip Bank Papua siap menerima teman-teman dari HIPMI karena kami punya niat baik,” ujarnya.

Lamek berharap dukungan permodalan, akses pembiayaan dan pendampingan dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya lebih banyak pengusaha muda di Papua Barat.

Menurutnya, Festival Kopi Manokwari juga harus dipandang bukan sekadar sebagai ajang promosi produk, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat rantai ekonomi lokal dan membuka peluang pasar bagi UMKM Papua Barat.

HIPMI Papua Barat menilai ketika UMKM tumbuh kuat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat dan pemerintah daerah melalui meningkatnya aktivitas ekonomi serta kontribusi terhadap pendapatan daerah.(Ct11)