MANOKWARI – Bupati Manokwari memberikan apresiasi kepada komunitas kopi Manokwari atas kontribusinya dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal. Menurutnya, keterlibatan komunitas merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari, kami mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan kegiatan ini. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada ketua dan seluruh komunitas kopi Manokwari,” ujar Bupati Manokwari.
Ia mengatakan, semangat reformasi telah membawa perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan melalui demokratisasi, desentralisasi, otonomi daerah hingga otonomi khusus.
Substansi dari seluruh proses tersebut, kata dia, adalah memberikan ruang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
“Negara memberikan tanggung jawab kepada setiap orang dan setiap daerah. Tidak boleh ada yang hanya menjadi objek. Semua harus berdiri sebagai subjek untuk membangun tanah dan negeri ini,” tegasnya, Jumat (7/8/2026).
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya menjadi penonton atau suporter dalam pembangunan daerah.
“Jangan menempatkan diri sebagai suporter seperti dalam olahraga sepak bola. Kita harus menjadi pemain, menjadi pelaku dalam proses pembangunan daerah. Hari ini komunitas kopi Manokwari sudah menunjukkan itu,” katanya.
Menurutnya, pembagian peran antara pemerintah, masyarakat, komunitas, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya harus menjadi tanggung jawab bersama.
Dengan keterlibatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki rasa kepemilikan terhadap pembangunan dan masa depan Manokwari.
Bupati menilai pengembangan kopi Manokwari tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar menghadirkan produk kopi. Potensi yang dimiliki daerah harus dikembangkan secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir.
“Kalau potensi kita ada, kita harus tanam kopi. Kemudian dari sisi proses harus bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi,” ujarnya.
Ia mendorong penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan komoditas kopi, termasuk dengan belajar dari daerah lain yang telah berhasil mengembangkan industri kopi.
Kopi Manokwari, lanjutnya, harus mampu dikembangkan menjadi produk UMKM yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Lebih jauh, pemerintah daerah juga ingin menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
“Kita ingin kopi menjadi komoditas unggulan dalam pariwisata dan menjadi objek wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan dari luar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan konsep pembangunan Manokwari ke depan yang tidak lagi terkonsentrasi di kawasan perkotaan.
Pemerintah Kabupaten Manokwari akan mendorong pembangunan berbasis klaster dengan mengoptimalkan keunggulan masing-masing wilayah.
Menurutnya, Manokwari Barat dan Manokwari Selatan akan diarahkan sebagai kawasan pusat pemerintahan. Sementara Manokwari Timur akan dikembangkan dengan mengoptimalkan potensi pariwisata pesisir.
Adapun Manokwari Utara memiliki potensi besar di sektor kelautan, kakao dan pariwisata yang dinilai perlu dikembangkan secara terintegrasi.
Sementara wilayah Warpramasi akan diarahkan secara khusus untuk mendukung sektor ketahanan pangan.
“Untuk wilayah Warpramasi, kita akan menerbitkan Perda pertanian untuk memproduksi semua lahan kita dan tidak boleh ada konversi lahan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.
“ Mari kita pertahankan luasan pertanian yang sudah ada dan jangan ada konversi,” pungkasnya.(Ct11)





