MANOKWARI – Bupati Manokwari, Hermus Indou, melantik dan mengambil sumpah jabatan 16 pejabat pimpinan tinggi pratama (kepala dinas) serta 8 pelaksana tugas (Plt) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (31/7/2026) sore.
Dalam sambutannya, Hermus menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial administratif, melainkan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat pembangunan daerah.
“Hari ini merupakan momentum bersejarah dan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Manokwari. Pelantikan yang kita laksanakan bukan sekadar seremonial administratif, tetapi merupakan proses penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Hermus.
Menurutnya, pelantikan dilakukan dengan lima tujuan utama, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan, mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, akuntabel, responsif, serta berorientasi pada hasil, dan melakukan penyegaran organisasi untuk menjawab dinamika pembangunan yang semakin kompleks.
Hermus mengingatkan bahwa jabatan yang diemban para pejabat merupakan amanah, bukan hak yang melekat pada seseorang. Karena itu, setiap pejabat dituntut memiliki integritas, moral, etika, kompetensi, kapasitas kepemimpinan, rekam jejak kinerja yang baik, serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.
“Jabatan adalah amanat, bukan hak yang melekat pada seseorang. Jabatan merupakan kepercayaan mulia yang diberikan negara kepada aparatur sipil negara yang dinilai memiliki integritas, kompetensi, kapasitas kepemimpinan, dan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa sumpah dan janji jabatan bukan sekadar rangkaian kata-kata dalam sebuah seremoni, melainkan ikrar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, negara, pemerintah, masyarakat, dan hati nurani masing-masing.
Bupati Hermus menyebut pejabat pimpinan tinggi pratama memiliki peran strategis sebagai motor penggerak organisasi perangkat daerah (OPD), pelaksana kebijakan pembangunan, pembina aparatur sipil negara, jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus agen perubahan dalam reformasi birokrasi.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin perubahan, membangun budaya kerja yang produktif, disiplin, dan berorientasi pada hasil, mendorong inovasi dalam pelayanan publik, serta memperkuat sinergi lintas perangkat daerah, lintas sektor, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Saudara harus menjadi pemimpin perubahan, membangun budaya kerja yang produktif dan disiplin, mendorong inovasi pelayanan publik, serta memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dan lintas sektor sebagai pelaku reformasi birokrasi yang konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hermus juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manokwari saat ini berada pada fase penting untuk menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
Ia mengatakan, seluruh pejabat harus mendukung pelaksanaan visi pembangunan daerah yang telah diperbarui dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni mewujudkan transformasi pembangunan berkelanjutan menuju Manokwari sebagai pusat peradaban di Tanah Papua dan ibu kota Provinsi Papua Barat yang bersaing, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai Otonomi Khusus Papua serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Visi pembangunan ini harus diwujudkan bersama melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tentu harus bekerja tuntas demi kemajuan Kabupaten Manokwari,” pungkas Hermus.(Ct11)





