Daerah Religi Sosial & Budaya
Beranda / Sosial & Budaya / Sekjen GIDI Buka HUT Ke-40 Pemuda, Ajak Jadi Terang yang Berdampak

Sekjen GIDI Buka HUT Ke-40 Pemuda, Ajak Jadi Terang yang Berdampak

KIRUWAK – Rangkaian Seminar dan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Klasis Kiruwak, Wilayah Yamo, resmi dibuka pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Terang yang Berdampak” dengan subtema “Nit Pemuda Kiruwak Kenok Ndi Pugum Eeyak Mban Logorak” (Matius 5:16) diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Sekretaris Jenderal GIDI, Pdt. Gandius Enumbi, S.Th.

Dalam khotbah sekaligus sambutannya, Pdt. Gandius Enumbi mengajak seluruh pemuda GIDI untuk menjadi generasi yang memberi dampak positif melalui kehidupan yang beriman, berkarakter, dan siap melayani di tengah masyarakat.

Ia mengapresiasi panitia serta seluruh pemuda yang telah menyelenggarakan seminar dan perayaan HUT sebagai wadah membangun kualitas sumber daya manusia serta memperkuat pelayanan generasi muda GIDI.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemuda dan pemudi yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sebagai orang tua, saya sangat bangga melihat semangat kalian membangun Klasis Kiruwak dan Wilayah Yamo,” ujar Pdt. Gandius Enumbi.

Usai pembukaan, Pdt. Gandius Enumbi menjadi pemateri pertama dengan topik “Kepastian Keselamatan”. Dalam pemaparannya, ia membagikan pengalaman pelayanan dan penguatan rohani agar para pemuda semakin teguh dalam iman serta mampu menjadi penerus gereja yang berkualitas.

Keluarga Setujui Autopsi Jenazah Yanto Idorway, Kuasa Hukum: Penting untuk Pembuktian Pidana

Materi kedua disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Puncak Jaya, Longga Kogoya, S.H., M.Th., dengan topik “Pendidikan Pemuda Menghadapi Tantangan Global.”

Dalam materinya, Longga menekankan pentingnya peran generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan untuk kembali mengabdi di kampung halaman, khususnya di bidang pendidikan.

“Saya berharap adik-adik yang sudah menyelesaikan kuliah tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan. Banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga guru. Datanglah mengajar dan bangun generasi penerus di kampung sendiri,” katanya.

Ia juga mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk proaktif berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar dapat memperoleh dukungan, termasuk kesempatan menjadi tenaga honorer di sekolah-sekolah yang membutuhkan guru.

Menurut Longga, kehadiran kaum muda di daerah telah membawa perubahan positif, termasuk menghidupkan kembali sejumlah sekolah yang sebelumnya tidak aktif beroperasi.

Kasus Penganiayaan dan Pencurian Dominasi Kriminalitas di Manokwari, Polisi Singgung Dampak Perda Miras

Selain itu, ia mendorong seluruh pemuda GIDI agar terus terlibat dalam pelayanan rohani serta berperan aktif mengatasi persoalan buta huruf di wilayah-wilayah pedalaman melalui pendidikan.

“Pemuda harus tampil berbeda, siap dipakai, dan menjadi teladan. Bangun pendidikan, hidupkan kembali sekolah-sekolah, dan terus aktif dalam pelayanan gereja,” tegasnya.

Seminar yang diikuti ratusan pemuda GIDI dari Klasis Kiruwak, Wilayah Yamo, dijadwalkan masih akan berlanjut hingga 22 Juni 2026 dengan menghadirkan sejumlah materi pembinaan bagi generasi muda gereja.(Ct11)