Fak-Fak Kaimana Manokwari Papua Barat Religi Teluk Wondama
Beranda / Daerah / Teluk Wondama / Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak Bersaing Jadi Tuan Rumah Pesparani V Papua Barat

Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak Bersaing Jadi Tuan Rumah Pesparani V Papua Barat

TELUK BINTUNI – Persaingan menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik V Tingkat Provinsi Papua Barat mulai memanas. Tiga kabupaten, yakni Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak, resmi menyatakan kesiapan menjadi penyelenggara ajang keagamaan terbesar umat Katolik di Papua Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (8/7/2026).

Musda menjadi bagian dari rangkaian Pesparani Katolik IV Papua Barat sekaligus forum strategis untuk mengevaluasi penyelenggaraan tahun ini serta menyusun arah pembinaan dan persiapan menuju Pesparani berikutnya.

Sidang Musda dihadiri Ketua Umum LP3KD Papua Barat Prof. Robert K.R. Hammar, Ketua I Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Romo Yohanes Kurnianto Jeharut, Wakil Bupati Teluk Bintuni sekaligus Ketua Panitia Pesparani IV Joko Lingara, Wakil Bupati Teluk Wondama Antonius Alex Marani, pengurus LP3KD kabupaten se-Papua Barat, serta para Kepala Kantor Kementerian Agama.

Ketua Umum LP3KD Papua Barat, Prof. Robert K.R. Hammar, mengatakan ketiga daerah yang mengajukan diri memiliki peluang yang sama untuk menjadi tuan rumah. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Uskup dengan mempertimbangkan kesiapan pemerintah daerah, terutama dukungan anggaran penyelenggaraan.

Keluarga Setujui Autopsi Jenazah Yanto Idorway, Kuasa Hukum: Penting untuk Pembuktian Pidana

“Dari tiga calon yang diusulkan, secara kuantitatif Teluk Wondama memang memiliki peluang. Namun sistem yang kita gunakan tidak bersifat mutlak karena tetap menunggu persetujuan Uskup dan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung anggaran penyelenggaraan,” ujarnya.

Menurut Hammar, menjadi tuan rumah Pesparani tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia, tetapi juga dukungan anggaran yang memadai agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sukses.

Ia memperkirakan penyelenggaraan Pesparani Katolik V Papua Barat membutuhkan anggaran sedikitnya Rp4 miliar.

“Daerah yang menjadi tuan rumah harus mampu menyiapkan anggaran yang memadai agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen,” katanya.

Meski demikian, Hammar optimistis Teluk Wondama, Kaimana, maupun Fakfak memiliki kapasitas menjadi tuan rumah karena ketiganya telah memiliki pengalaman menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala provinsi maupun keagamaan.

Kasus Penganiayaan dan Pencurian Dominasi Kriminalitas di Manokwari, Polisi Singgung Dampak Perda Miras

Selain membahas pencalonan tuan rumah, Musda juga mengevaluasi pelaksanaan Pesparani Katolik IV Papua Barat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan penyelenggaraan Pesparani berikutnya, sekaligus memperkuat pembinaan seni budaya liturgi Katolik di Papua Barat.

Sementara itu, Ketua I LP3KN, Romo Yohanes Kurnianto Jeharut, mengingatkan bahwa esensi Pesparani bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan membangun kehidupan iman serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Pesparani bukan sekadar mencari juara. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kegiatan ini mampu mempererat persaudaraan, memperkuat relasi antarsesama, serta menghadirkan damai di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh selama penyelenggaraan Pesparani IV Papua Barat terus dipelihara oleh seluruh kontingen dan pemerintah daerah, sehingga ajang berikutnya tidak hanya melahirkan peserta-peserta terbaik, tetapi juga semakin memperkokoh persaudaraan umat Katolik serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Papua Barat.(Ct11)

Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Yanto Idorway di Celah Batu Air Terjun Memti