TELUK BINTUNI – Kontingen Kabupaten Manokwari Selatan tidak ingin berpuas diri setelah mencatatkan prestasi membanggakan pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat. Usai meraih gelar juara pada cabang lomba Mazmur, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Manokwari Selatan memastikan akan memperkuat program pembinaan sebagai persiapan menuju Pesparani Katolik Tingkat Nasional di Manado.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua LP3KD Kabupaten Manokwari Selatan, Yosep I. Sabubun, menyusul keberhasilan kontingennya meraih Juara I Mazmur Orang Muda Katolik (OMK) dengan nilai 80,90 serta Juara II Mazmur Dewasa dengan nilai 79,00 pada perlombaan yang berlangsung di Teluk Bintuni, Rabu (8/7/2026).
Menurut Yosep, capaian tersebut menjadi modal penting sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan agar peserta Papua Barat mampu tampil lebih kompetitif pada tingkat nasional.
“Masukan dari dewan juri, khususnya terkait pengucapan diksi, teknik vokal, tempo, dan penghayatan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Persiapan menuju Pesparani tingkat nasional di Manado tentu harus lebih matang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, evaluasi dari dewan juri akan menjadi fokus dalam pembinaan berikutnya, terutama pada aspek teknik vokal, kejelasan diksi, penguasaan tempo, serta penghayatan mazmur sebagai doa yang dinyanyikan.
Untuk mewujudkan target tersebut, LP3KD Manokwari Selatan akan memperkuat koordinasi dengan LP3KD Provinsi Papua Barat guna menyusun program pembinaan yang lebih intensif, termasuk menghadirkan pelatih dan pendamping yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan peserta.
“Kami membutuhkan kerja sama dengan LP3KD Provinsi Papua Barat agar pembinaan dapat dilakukan secara maksimal, termasuk terkait pelatih dan pendamping yang akan mempersiapkan peserta kami menuju Manado,” katanya.
Yosep mengaku bangga atas prestasi yang diraih kontingennya. Menurutnya, hasil tersebut melampaui target awal mengingat peserta yang diberangkatkan hanya berasal dari satu stasi dengan jumlah personel yang terbatas.
“Kami datang dengan jumlah personel yang tidak banyak karena hanya berasal dari satu stasi. Target awal kami sebenarnya hanya bisa tampil dengan baik, tetapi Tuhan memberikan hasil yang lebih dari yang kami harapkan. Karena itu kami sangat bersyukur dan bangga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, persiapan menuju Pesparani IV Papua Barat juga dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, sekitar satu bulan. Namun, kerja keras para peserta, pelatih, dan pendamping mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Keberhasilan tersebut, menurut Yosep, membuktikan bahwa pembinaan yang terarah dan komitmen seluruh tim mampu menghasilkan kualitas penampilan yang bersaing, meski dengan keterbatasan waktu dan sumber daya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, LP3KD Kabupaten Manokwari Selatan, para pelatih, pendamping, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam proses latihan maupun pendanaan.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan dan seluruh pihak yang telah mendukung, baik dalam proses latihan maupun pendanaan sehingga kami dapat mengikuti Pesparani dengan baik,” ujarnya.
Yosep berharap prestasi pada Pesparani IV Papua Barat menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga kontingen Papua Barat dapat tampil lebih maksimal dan mampu bersaing pada Pesparani Katolik Tingkat Nasional di Manado.(Ct11)

