Manokwari Papua Barat Religi Teluk Bintuni
Beranda / Daerah / Teluk Bintuni / Kaimana Juarai CCR Anak Pesparani IV Papua Barat

Kaimana Juarai CCR Anak Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI – Kontingen Kabupaten Kaimana menunjukkan kualitas pembinaan iman dan pengetahuan yang matang dengan keluar sebagai juara pertama pada cabang Cerdas Cermat Rohani (CCR) Anak dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat di Aula Gereja Santo Yohanes Bintuni, Rabu (8/7/2026).

Kemenangan tersebut diraih setelah tim CCR Anak Kaimana tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final. Dengan penguasaan materi yang kuat, ketepatan menjawab, serta kerja sama tim yang solid, Kaimana berhasil mengumpulkan 2.900 poin, unggul jauh atas empat kontingen lainnya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Teluk Bintuni menempati posisi kedua dengan 1.600 poin, disusul Teluk Wondama dengan 1.200 poin, Fakfak 1.000 poin, dan Manokwari 900 poin.

Mewakili dewan juri, Dra. Berlinda Renwarin, M.Th., mengapresiasi penampilan seluruh peserta yang dinilai telah menunjukkan semangat, kemampuan, dan daya saing yang baik selama kompetisi berlangsung.

Menurutnya, kualitas peserta secara umum sudah cukup menggembirakan. Namun, pembinaan yang berkelanjutan tetap diperlukan agar kemampuan peserta semakin meningkat, terutama dalam penguasaan materi, kesiapan mental, dan kondisi fisik saat bertanding.

Keluarga Setujui Autopsi Jenazah Yanto Idorway, Kuasa Hukum: Penting untuk Pembuktian Pidana

“Pendamping perlu memberikan perhatian lebih terhadap pengetahuan, kesiapan mental, dan kesehatan peserta karena ketiga aspek tersebut sangat memengaruhi penampilan saat mengikuti perlombaan,” ujarnya.

Selain penguasaan materi, Berlinda menekankan pentingnya melatih kecepatan berpikir dan ketepatan menjawab setiap pertanyaan. Kemampuan memanfaatkan waktu secara efektif, menurutnya, menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam lomba Cerdas Cermat Rohani.

Sementara itu, Pendamping CCR Anak Kabupaten Kaimana, Hermansius Jonsen, mengungkapkan keberhasilan timnya merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara terencana selama kurang lebih tiga bulan.

Sebelum tampil di Pesparani IV Papua Barat, tim Kaimana terlebih dahulu melewati proses seleksi melalui perlombaan antarparoki untuk menjaring peserta terbaik yang layak mewakili daerah.

“Kurang lebih tiga bulan kami belajar. Sebelum ke sini kami juga menggelar lomba antarparoki sehingga yang datang ke Pesparani adalah peserta terbaik. Kami bersyukur dan puas dengan hasil yang diraih anak-anak,” katanya.

Kasus Penganiayaan dan Pencurian Dominasi Kriminalitas di Manokwari, Polisi Singgung Dampak Perda Miras

Hermansius menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berjenjang mampu melahirkan peserta yang memiliki pengetahuan iman, kemampuan berpikir cepat, serta mental bertanding yang baik.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, panitia pelaksana, dewan juri, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Pesparani IV Papua Barat.

Menurutnya, seluruh rangkaian perlombaan berlangsung tertib, profesional, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas sehingga setiap kontingen dapat berkompetisi dalam suasana penuh persaudaraan.

“Kami melihat sportivitas yang ditunjukkan dalam perlombaan CCR Anak ini sangat luar biasa. Semoga semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga dalam setiap pelaksanaan Pesparani,” pungkasnya.(Ct11)

Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Yanto Idorway di Celah Batu Air Terjun Memti