TELUK BINTUNI – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat resmi menjadi panggung pembinaan iman sekaligus ajang seleksi menuju tingkat nasional. Sebanyak 817 orang yang terdiri atas peserta, ofisial, pendamping, panitia, dewan juri, dan unsur pendukung ambil bagian dalam perhelatan yang dipusatkan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparani Katolik IV Papua Barat, Joko Lingara, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi seni liturgi, tetapi menjadi momentum memperkuat iman, membangun karakter umat, serta mempererat persaudaraan di Papua Barat.
Hal itu disampaikannya saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan Pesparani IV Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (7/7/2026).
Mengusung tema “Merajut Persaudaraan dalam Pengharapan, Melestarikan Liturgi, dan Menghidupkan Iman”, Pesparani IV diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan rohani sekaligus melahirkan kontingen terbaik yang akan mewakili Papua Barat pada Pesparani Katolik Tingkat Nasional.
“Melalui Pesparani ini kita memuliakan Tuhan lewat seni budaya liturgi Gereja Katolik, sekaligus memperkuat penghayatan iman, menumbuhkan semangat pelayanan, dan mempererat persaudaraan umat,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Pesparani berlandaskan ketentuan peraturan perundang-undangan dan keputusan yang menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan.
Lebih dari sekadar perlombaan, Pesparani juga menjadi wadah meningkatkan pemahaman liturgi, mengembangkan bakat generasi muda Katolik, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta mempererat sinergi antara Gereja, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Pesparani IV Papua Barat berlangsung pada 5–10 Juli 2026 dengan melibatkan kontingen dari enam kabupaten, yakni Teluk Bintuni, Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.
Sebanyak 617 peserta mengikuti perlombaan, sementara jika digabungkan dengan ofisial, pendamping, panitia, dewan juri, dan unsur pendukung lainnya, jumlah keseluruhan yang terlibat mencapai 817 orang.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan berkompetisi pada empat cabang utama yang terbagi dalam 30 kategori lomba, meliputi paduan suara, mazmur, tutur Kitab Suci, cerdas cermat rohani, hingga berbagai cabang seni liturgi lainnya.
Untuk menjaga kredibilitas hasil perlombaan, panitia menghadirkan dewan juri yang berasal dari berbagai daerah dan memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing sehingga proses penilaian dapat berlangsung objektif, profesional, dan independen.
Joko menambahkan, penyelenggaraan Pesparani IV mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta dukungan sponsor dan para donatur.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus melahirkan peserta-peserta terbaik yang siap mengharumkan nama Papua Barat di tingkat nasional.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, LP3KD Papua Barat, para sponsor, dewan juri, seluruh panitia, peserta, dan semua pihak yang telah bekerja sama sehingga Pesparani IV Papua Barat dapat terselenggara dengan baik,” pungkasnya.(Ct11)

