Manokwari Papua Barat Pemerintahan Pendidikan Politik
Beranda / Politik / Puluhan Orang Tua Geruduk DPRK Manokwari, Tuntut Anak Mereka Diterima di SMA Negeri 1

Puluhan Orang Tua Geruduk DPRK Manokwari, Tuntut Anak Mereka Diterima di SMA Negeri 1

MANOKWARI – Polemik penerimaan murid baru di SMA Negeri 1 Manokwari kembali memanas. Puluhan orang tua bersama calon siswa mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari, Selasa (7/7/2026), menuntut kepastian agar anak-anak mereka diterima sebagai peserta didik pada tahun ajaran 2026.

Aksi tersebut dipicu kekecewaan para orang tua yang mengaku telah menerima formulir pendaftaran, namun saat proses pengembalian formulir, pihak sekolah menyatakan kuota telah penuh sehingga sejumlah calon siswa tidak lagi dapat diakomodasi.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRK Manokwari, para orang tua menyampaikan protes sekaligus meminta adanya transparansi dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Mereka menilai persoalan serupa terus berulang setiap tahun tanpa adanya solusi yang mampu mengakhiri polemik.

“Kami hanya ingin anak-anak kami mendapatkan hak untuk bersekolah. Jangan sampai masyarakat diberi harapan dengan pembagian formulir, tetapi akhirnya ditolak karena alasan kuota,” ungkap salah seorang orang tua dalam forum tersebut.

Aspirasi para orang tua diterima oleh anggota DPRK Manokwari. Wakil Ketua Komisi IV DPRK Manokwari, Trisep Kambuaya, menegaskan lembaganya akan mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan jalan keluar yang berpihak kepada masyarakat.

Keluarga Setujui Autopsi Jenazah Yanto Idorway, Kuasa Hukum: Penting untuk Pembuktian Pidana

Menurut Trisep, DPRK telah memperoleh informasi bahwa Kepala SMA Negeri 1 Manokwari pada prinsipnya bersedia menerima para calon siswa. Namun, keputusan tersebut masih menunggu persetujuan dari Dinas Pendidikan.

“Kami tadi baru mendapatkan informasi penting bahwa kepala sekolah sudah bersedia menerima mereka, namun harus ada persetujuan dari Dinas Pendidikan. Sehingga sore nanti kami akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kepala SMA Negeri 1 Manokwari untuk mencari solusi terhadap permasalahan ini,” kata Trisep kepada wartawan.

Tidak hanya itu, DPRK juga akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah daerah dengan mempertemukan para orang tua dan calon siswa bersama Bupati Manokwari.

“Setelah ini kami akan bertemu dengan Bupati Manokwari bersama orang tua dan calon siswa. Semoga aspirasi orang tua dan calon siswa bisa mendapat solusi,” ujarnya.

Polemik penerimaan murid baru di SMA Negeri 1 Manokwari menjadi sorotan publik karena terus terjadi hampir setiap tahun. Orang tua berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan proses penerimaan siswa berlangsung transparan, adil, dan memberikan kepastian bagi seluruh calon peserta didik.(Ct11)

Kasus Penganiayaan dan Pencurian Dominasi Kriminalitas di Manokwari, Polisi Singgung Dampak Perda Miras