MANOKWARI – Di tengah semarak pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, terselip kisah haru dari tiga kontingen yang gagal tampil di panggung perlombaan akibat kendala transportasi dan teknis. Meski tidak sempat berlomba, Panitia Nasional memastikan pengorbanan mereka tidak akan berlalu tanpa penghargaan.
Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV, Jacob Fonataba, mengungkapkan panitia menaruh perhatian besar terhadap kontingen dari Provinsi Kepulauan Riau, Jawa Tengah, dan Papua Tengah yang batal mengikuti perlombaan meski telah melakukan persiapan panjang.
“Kami ingin mengungkapkan rasa solidaritas kepada peserta Pesparawi yang tidak dapat hadir mengikuti perlombaan. Mereka telah berjuang dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, namun terkendala persoalan transportasi dan teknis,” ujar Jacob, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, kontingen Paduan Suara dari Provinsi Kepulauan Riau bahkan sempat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, namun gagal melanjutkan perjalanan menuju Manokwari.
Sementara itu, kontingen Paduan Suara Remaja Pemuda dari Provinsi Jawa Tengah yang telah menjalani persiapan lebih dari dua tahun juga terpaksa mengubur impian tampil di ajang nasional karena tidak memperoleh akses transportasi menuju Papua Barat.
Nasib serupa dialami kontingen kategori Paduan Suara Anak dan Musik Gereja Nusantara dari Provinsi Papua Tengah yang juga batal mengikuti perlombaan akibat kendala transportasi.
Menurut Jacob, kondisi geografis Indonesia yang luas masih menjadi tantangan besar dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional, terutama bagi peserta yang berasal dari daerah dengan akses transportasi terbatas.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua bahwa sistem transportasi nasional masih perlu terus dibenahi agar tidak menghambat partisipasi masyarakat dalam kegiatan nasional,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para peserta, Panitia Nasional telah berkoordinasi dengan Menteri Agama untuk memberikan penghargaan khusus kepada ketiga kontingen tersebut.
“Kami sudah berkomitmen dan berkoordinasi dengan Bapak Menteri Agama agar tiga provinsi yang tidak dapat hadir tetap memperoleh penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kesiapan, dedikasi, dan semangat pelayanan mereka,” ungkap Jacob.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Jacob menilai dukungan pemerintah melalui alokasi anggaran APBN serta kehadiran langsung Menteri Agama dalam agenda Pesparawi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah terhadap pengembangan seni budaya gerejawi di Indonesia.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang telah memberikan pendampingan sejak masa persiapan, mendukung penyelenggaraan melalui anggaran APBN, dan hari ini berkenan hadir bersama seluruh peserta Pesparawi Nasional XIV,” tutupnya.(Ct11)

