MANOKWARI – Kompetisi kategori Vokal Grup dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 resmi bergulir di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat, Manokwari, Senin (22/6/2026). Sebanyak 27 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia bersaing memperebutkan gelar terbaik pada salah satu kategori paling bergengsi tersebut.
Perlombaan dibuka dengan penampilan kontingen Nanggroe Aceh Darussalam yang tampil meyakinkan dan mendapat sambutan hangat dari para penonton. Kompetisi dinilai oleh dewan juri nasional yang terdiri dari para praktisi dan akademisi musik gerejawi, di antaranya Ronny Lopes, Pdt. Harry Anggoman, dan Yusuf M.L. Simorangkir.
Meski 11 provinsi tercatat tidak mengirimkan peserta pada kategori ini, persaingan tetap berlangsung ketat. Setiap kontingen menampilkan kemampuan vokal, harmonisasi, dan interpretasi lagu terbaik untuk meraih nilai tertinggi dari dewan juri.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari kontingen Provinsi Papua. Selain membawakan lagu bertema pujian kepada Tuhan, kontingen tuan rumah juga menampilkan kekayaan budaya Papua melalui penggunaan bahasa Biak pada bagian pembuka lagu.
Perwakilan kontingen Papua, Turbey Onesimus Dangeubun, mengatakan keikutsertaan mereka dalam Pesparawi tidak semata mengejar prestasi, tetapi sebagai bentuk pelayanan dan ungkapan syukur kepada Tuhan.
“Kami ingin memuliakan Tuhan melalui pujian dan sekaligus memperkenalkan identitas budaya Papua kepada seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Turbey, penggunaan bahasa Biak dalam penampilan vokal grup menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus memperkenalkan Papua sebagai “surga kecil” yang kaya akan keberagaman budaya dan nilai-nilai spiritual.
Penampilan kontingen Papua mendapat apresiasi dari para pendukung yang memadati arena lomba dan menjadi salah satu warna tersendiri dalam pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang mempertemukan ribuan peserta dalam semangat pujian, persaudaraan, dan pelayanan kepada Tuhan.(Ct11)

