MANOKWARI – Warga Kota Manokwari semalam suntuk disibukan dengan banjir yang menggenangi rumah mereka. Ada beberapa lokasi yang terpantau seperti di kompleks Tanimbar, Lembah Hijau, Transito, dan kompleks Maduraja.
Rata-rata rumah yang terdampak banjir sejak Selasa 7 April 2026 sore kemarin, berada di bantaran kali Wosi. Diduga, kali tersebut tidak mampu menampung air akibat hujan deras, sehingga meluap dan menggenangi pemukiman warga.
Tinggi air yang menggenangi pemukiman warga mencapai dada orang dewasa. Kondisi ini dikeluhkan warga, karena sering terjadi saat musim hujan.
“Ini sudah sering terjadi, karena sungai meluap. Saya turut prihatin untuk warga saya. Sya harap pemerintah segera merespon ini,” terang Ketua RT. 004 Kelurahan Wosi, Herman Sayori.

Pantauan di lapangan, sejak Selasa malam, Rata-rata warga yang terdampak banir tidak dapat menyelematkan barang berharga, karena tingginya air.
Upaya pertolongan kemudian dilakukan oleh tim SAR, Kepolisian, BPBD, PMI dan organisasi masyarakat (Ormas). Pertolongan difokuskan kepada warga yang lanjut usia, sakit, Anak-anak dan perempuan.
Evakuasi warga berjalan lancar. Ada dua lokasi yang di jadikan sebagai tempat pengungsian sementara yakni di Gedung Serba Guna Gereja Efrata Wosi dan Kantor Lurah Wosi.
“Kami, dengan rekan-rekan dari Basarnas, Polisi dan PMI sudah mengevakuasi warga ke GSG Efrata Wosi dan Kantor Lurah, sambil kami pantau perkembangan dilokasi,” ungkap Ronny Tamaela, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Manokwari, Selasa (7/4/2026) malam.

Hingga pukul 3.00 WIT dini hari, belum juga ada bantuan yang diberikan kepada warga di tempat pengungsian. Mereka berharap, pemerintah dapat melakukan pertolongan pertama kepada warga, khususnya perempuan, Anak-anak dan warga lanjut usia.
“Sampai malam ini belum ada. Kasihan anak-anak, kami sebagai perempuan dan orang tua. Mereka hanya tidur dengan peralatan seadanya. Ada juga yang lari tidak membawa persiapan,” sambung seorang warga, Wati Kelendia Lutlutur.
Hingga upaya evakuasi berakhir, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut.
“Sampai malam ini, tidak ada laporan korban jiwa yang kami terima,” tutup Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor SAR Manokwari, Reza Afriyanto. (Ct11)




