MANOKWARI – Bank Indonesia (BI) rutin menggelar pasar murah, tujuannya untuk menstabilkan harga pangan dan mengendalikan inflasi, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Ramadan tahun ini, Bank Indonesia sudah melaksanakan 4 kali pasar murah.
Pelaksanaan Pasar Murah yang keempat ini, Bank Indonesia melibatkan 4 distributor, Bulog dan 5 UMKM.
Staff Humas Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, Christian J. Urbinas, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, dengan menyediakan berbagai komoditas strategis. Masyarakat di imbau agar berbelanja secara wajar dan tidak berlebihan.
“Ini yang terakhir. Kita sudah laksanakan 4 kali, mulai dari ex kantor Bank Indonesia di Jl. Merdeka, Distrik Manokwari Selatan, dan terakhir hari ini di halaman ex Polda Papua Barat, ” Kata Urbinas, Kamis (12/3/2026).
Salah satu konsumen, Rita mengungkapkan rasa syukurnya dengan pelaksanaan kegiatan pasar murah ini. Karena bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
Kata dia, kenaikan barang di pasar saat ini sangat terasa dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini.
“Terimakasih untuk Bank Indonesia yang sudah mengadakan pasar murah ini. Biasanya hari besar keagamaan harga barang naik. Tapi disini kami dapatkan dengan harga yang murah, ” Ungkap Rita.
Data yang diperoleh, Telur impor dari Surabaya dijual dengan harga Rp68.000 per Rak. Minyak goreng Filma ukuran 5 liter Rp108.000, Beras SPHP ukuran 5 kilogram Rp60.000. Dan minyak goreng merk Minyak Kita seharga Rp30.000 per 2 liter.(Ct-11)




