MANOKWARI – Jangan biarkan anak-anak kita yang bersihkan lagi. Mereka tugasnya belajar. Sentilan ini menjadi cambuk bagi jajaran organisasi pimpinan daerah di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat, untuk lebih serius dalam manajemen kebersihan lingkungan.
Ia mengaku, secara umum pemerintah belum maksimal berperan dalam kebersihan lingkungan. Entah apa yang menjadi kendala, namun sudah sepantasnya kebersihan lingkungan menjadi tanggungjawab pemerintah.
Gubernur menegaskan, lingkungan yang kotor dapat merusak citra suatu daerah. Apalagi Manokwari sebagai ibu kota provinsi.
“Kita pemerintah tidak punya kepedulian terhadap lingkungan, sampah dan lainnya. Mungkin waktu yang terbatas, ” pungkas Dominggus Mandacan, Sabtu (7/2/26).
Banyak aksi bersih-bersih jalan yang secara mandiri rata-rata dilakukan kelompok mahasiswa dan anak muda. Sebagai pimpinan di daerah, kondisi itu secara langsung menampar wajah pemerintah daerah. Yang mana, kelompok mahasiswa maupun anak muda seharusnya mereka lebih fokus mengejar masa depan.
Aksi yang sering terlihat di beberapa ruas jalan itu, mendapat apresiasi dari Gubernur Papua Barat. Ditengah kesibukan mereka untuk belajar, tapi mereka menyempatkan waktu untuk peduli terhadap lingkungan.
“Saya apresiasi anak-anak saya ini. Kalau saya dari Mandopi, walaupun pakai patwal balapan, tapi saya tetap berhenti karena lihat mereka bersihkan. Ada di Amban, sampai ke Reremi dan Swapen, ” beber Dominggus.
Dominggus secara terbuka meminta pimpinan OPD untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Itu sebenarnya tugas pemerintah. OPD yang ada ini kita punya kewajiban membersihkannya. Bukan anak-anak kita ini. Mereka punya tugas hanya belajar. Tapi karena mereka lihat rumput sudah tinggi, sampah berserakan, sehingga mereka bersihkan, ” Tegasnya. (Ct-11)




